Feeds:
Pos
Komentar
PEMASANGAN LAMPU PERANGKAP HAMA DI DAMPINGI OLEH PPOPT

PEMASANGAN LAMPU PERANGKAP HAMA DI DAMPINGI OLEH PPOPT

SL-PTT MODEL

CONTOH PROPOSAL

PROPOSAL
SEKOLAH LAPANGAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI
(SL-PTT PADI)

KELOMPOK TANI
“SUMBER REJEKI”
DUSUN KARANGGAYAM I DESA KARANGGGAYAM
KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR
JAWA TIMUR
2012

Contact person : 0811 360 2 078
KATA PENGANTAR

Pembangunan nasional merupakan upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mewujudkan tujuan bernegara sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. Visi Indonesia sampai tahun 2025 adalah Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur dengan membagi kedalam 4 (empat) tahapan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Visi Indonesia Tahun 2014 adalah Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan. Dalam konteks ini, arahan pokok dan strategis Presiden Republik Indonesia agar melakukan langkah-langkah terobosan (breakthrough), bukan langkah-langkah biasa (business as usual).
Untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Tahun 2014 maka perlu dilakukan suatu proses perencanaan pembangunan nasional yang terarah, terfokus, seimbang, dan berkelanjutan. Proses perencanaan pembangunan nasional dilakukan dalam suatu sistem. Sistem perencanaan pembangunan nasional merupakan satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dapat dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah, yang berdasarkan demokrasi dengan prinsip-prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, serta kemandirian dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan Nasional.
Mengacu pada visi tersebut, tema Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2014 Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif, Berkelanjutan dan Berkeadilan bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat. Pembangunan dimaksud dijalankan berlandaskan 4 jalur strategi pembangunan yaitu :
1) mendorong pertumbuhan (pro-growth).
2) memperluas kesempatan kerja (pro-job).
3) menanggulangi kemiskinan (pro-poor).
4) mendorong pelestarian lingkungan yang ramah (pro-environment).
Ketahanan pangan merupakan salah satu program pembangunan dengan status prioritas nasional.

Karanggayam, 01 Mei 2012
KELOMPOK TANI “SUMBER REJEKI“
DUSUN KARANGGAYAM I DESA KARANGGAYAM KECAMATAN SRENGAT
KABUPATEN BLITAR JAWA TIMUR
No : 015/KT-SR/-PHMN/2012 Karanggayam, Mei 2012
Lamp : 1 Bendel
Hal : Permohonan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi (SL-PTT)

Kepada Yth :
Bapak Kepala Dinas Pertanian
Tanaman Pangan Propinsi Jawa Timur

Di Surabaya

Dengan hormat,
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadhirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kita masih bisa beraktifitas sebagaimana mestinya.

Dalam rangka mengembangkan ekonomi kerakyatan serta peningkatan pemberdayaan mayarakat Indonesia, khususnya petani menuju tercapainya kesejahteraan hidup petani. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami ingin mengajukan permohonan bantuan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi (SL-PTT).
.
Demikian permohonan ini kami ajukan, atas perhatian dan tindak lanjutnya kami ucapkan terima kasih.

Karanggayam , April 2012-05-12
Mengetahui,
Ketua Kelompok

LAMIDI SETIYONO
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Komoditi tanaman pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan. Sehingga dari sisi Ketahanan Pangan Nasional fungsinya menjadi amat penting dan strategis. Komoditi padi berperan untuk memenuhi kebutuhan pokok karbohidrat masyarakat, sedangkan jagung terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pangan olahan dan pakan.
Upaya peningkatan produksi padi dan jagung difokuskan pada penerapan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang telah dimulai pada tahun 2008 dan telah berhasil menjadi salah satu pemicu dalam meningkatkan produksi padi dan jagung. Rata peningkatan produksi padi 2008–2011 sebesar 2,78% sementara jagung sebesar 2,00%. Pada tahun 2012 kegiatan SL-PTT akan dilanjutkan pada lahan seluas 3.500.000 Ha untuk padi non hidrida, padi hibrida, dan padi gogo, serta areal jagung hibrida seluas 200.000 Ha.
Pelaksanaan SL-PTT tahun 2012 akan mendapat fasilitasi/dukungan penyediaan benih padi non hibrida, padi hibrida, padi gogo, dan jagung hibrida melalui Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU). Untuk menunjang peningkatan produksi padi dan jagung secara berkelanjutan maka SL-PTT diharapkan menjadi ajang bagi petani dalam mengaplikasikan berbagai teknologi usaha tani melalui penggunaan input yang efisien menurut spesifik lokasi. Khusus pelaksanaan SL-PTT padi selain mengikuti pola sudah diterapkan selama ini berupa 1 Ha (LL) mendapat dukungan faktor produksi lengkap, maka dalam rangka meningkatkan kualitas SL-PTT tahun 2012 sebagian areal SL-PTT akan mendapat dukungan faktor produksi lengkap pada lokasi-lokasi yang memiliki potensi untuk peningkatan produktivitas dan atau peningkatan Indeks Pertanaman (IP).
Dalam SL-PTT petani dapat belajar langsung di lapangan melalui pembelajaran dan penghayatan langsung (mengalami), mengungkapkan, menganalisis, menyimpulkan dan menerapkan (melakukan/mengalami kembali), menghadapi dan memecahkan masalah-masalah terutama dalam hal teknik budidaya dengan mengkaji secara bersama-sama.
Melalui penerapan SL-PTT petani akan mampu mengelola sumberdaya yang tersedia (varietas, tanah, air dan sarana produksi) secara terpadu dalam melakukan budidaya di lahan usahataninya berdasarkan kondisi spesifik lokasi sehingga petani menjadi lebih terampil serta mampu mengembangkan usahataninya dalam rangka peningkatan produksi padi dan jagung. Namun demikian wilayah diluar SL-PTT akan tetap dilakukan pembinaan peningkatan produksi sehingga produksi dan produktivitas tahun 2012 dapat meningkat.

B. TUJUAN DAN SASARAN

1. Tujuan
Adapun tujuan dari pelaksanaan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi (SL-PTT) adalah :
a. Untuk mendukung kegiatan peningkatan produksi tahun 2012 di provinsi dan kabupaten/kota.
b. Meningkatkan koordinasi dan keterpaduan pelaksanaan peningkatan produksi melalui kegiatan SL-PTT padi antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota.
c. Mempercepat penerapan komponen teknologi PTT padi dan jagung oleh petani sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usahataninya untuk mendukung peningkatan produksi nasional.
d. Meningkatkan produktivitas, produksi dan pendapatan serta kesejahteraan petani padi.

2. Sasaran

Adapun sasaran dari pelaksanaan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi (SL-PTT) adalah :
a. Teradopsinya berbagai alternatif pilihan komponen teknologi PTT padi dan jagung oleh petani sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola usahataninya untuk mendukung peningkatan produksi nasional.
b. Meningkatnya produktivitas padi non hibrida sekitar 0,5 – 1,0 ton/Ha pada areal SL-PTT seluas 2,7 juta Ha, padi hibrida sekitar 1,5 – 2,5 ton/Ha pada areal SL-PTT seluas 300 ribu Ha *), padi gogo sekitar 0,5 – 1,0 ton/Ha pada areal SL-PTT seluas 500 ribu Ha.
c. Terkoordinasi dan terpadunya pelaksanaan peningkatan produksi melalui kegiatan SL-PTT padi.

C. PENGERTIAN-PENGERTIAN DALAM SL-PTT

1. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT)
Adalah suatu pendekatan inovatif dalam upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani melalui perbaikan sistem / pendekatan dalam perakitan paket teknologi yang sinergis antar komponen teknologi, dilakukan secara partisipatif oleh petani serta bersifat spesifik lokasi. Komponen teknologi dasar PTT adalah teknologi yang dianjurkan untuk diterapkan di semua lokasi. Komponen teknologi pilihan adalah teknologi pilihan disesuaikan dengan kondisi, kemauan, dan kemampuan.
2. Sekolah Lapangan Pengelolaan TanamanTerpadu (SL-PTT)
Adalah suatu tempat Pendidikan non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan kondisi sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahataninya menjadi efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Agar sasaran peningkatan produksi dapat tercapai maka penentuan areal SL-PTT diharapkan mengacu kepada daerah yang tingkat produktivitasnya masih rendah (dibawah produktivitas kabupaten) serta pada daerah yang masih berpeluang untuk ditingkatkan indeks pertanamannya (IP) dengan tetap melaksanakan prinsip-prinsip LL. Berdasarkan persyaratan tersebut diatas, maka pelaksanaan SL-PTT dapat dibedakan menjadi :
a. SL-PTT Reguler adalah areal SL-PTT yang sudah berjalan selama ini, dimana hanya di luasan LL yang mendapat dukungan sarana produksi lengkap selebihnya hanya mendapat bantuan benih dengan memperhatikan aspek produktivitas serta Indek Pertanaman (IP) yang memiliki potensi untuk ditingkatkan.
b. SL-PTT Spesifik Lokasi peningkatan produktivitas adalah seluruh areal SL-PTT mendapat dukungan sarana produksi lengkap pada areal yang produktivitasnya masih memiliki potensi untuk ditingkatkan.
c. SL-PTT Spesifik Lokasi peningkatan Indeks Pertanaman (IP) adalah seluruh areal SL-PTT mendapat dukungan sarana produksi lengkap pada areal yang indeks pertanamannya (IP) masih memiliki potensi untuk ditingkatkan.

3. Laboratorium Lapangan (LL)
Adalah kawasan / area yang terdapat dalam kawasan SL-PTT yang berfungsi sebagai lokasi percontohan, temu lapang, tempat belajar dan tempat praktek penerapan teknologi yang disusun dan diaplikasikan bersama oleh kelompoktani/petani.

4. Pemandu Lapangan (PL)
Adalah Penyuluh Pertanian, Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Pengawas Benih Tanaman (PBT) yang telah mengikuti pelatihan SL-PTT.

5. Pemahaman Masalah dan Peluang (PMP) atau Kajian Kebutuhan dan Peluang (KKP) Adalah tahapan pendekatan PTT yang diawali dengan kelompoktani melakukan identifikasi masalah peningkatan hasil padi di wilayah setempat dan membahas peluang kemungkinan mengatasi masalah tersebut.

6. POSKO I – V
Adalah Pos Simpul Koordinasi sebagai tempat melaksanakan koordinasi dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan SL-PTT, POSKO yang dimaksud adalah POSKO yang telah
ada misalnya POSKO P2BN.

7. Rencana Usahatani Kelompok (RUK)
Adalah rencana kerja usahatani dari kelompoktani untuk satu periode musim tanam yang disusun melalui musyawarah dan kesepakatan bersama dalam pengelolaan usahatani sehamparan wilayah
kelompoktani yang memuat uraian kebutuhan, jenis, volume, harga satuan dan jumlah uang yang diajukan untuk pembelian saprodi.

8. Pupuk Organik
Adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, antara lain pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos (humus) berbentuk padat yang telah mengalami dekomposisi.

9. Pengawalan dan Pendampingan oleh Peneliti
Adalah kegiatan yang dilakukan oleh peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) didukung oleh peneliti UK/UPT Lingkup Badan Litbang Pertanian guna meningkatkan pemahaman dan akselerasi adopsi PTT dengan menjadi narasumber pada pelatihan, penyebaran informasi, melakukan uji adaptasi varietas unggul baru, demo-plot, dan supervisi penerapan teknologi.

10. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh
Adalah kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi khususnya lokasi LL dalam rangka pemberdayaan kelompoktani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok dalam penerapan teknologi.

11. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengawas Organisme Pengganggu Tanaman)
Adalah kegiatan pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu.

12. Pengawalan dan Pendampingan oleh Pengawas Benih Tanaman
Adalah kegiatan pendampingan oleh Pengawas Benih dalam rangka pengawasan benih.

13. Wilayah Fokus
Adalah lokasi peningkatan produktivitas di areal SL-PTT.

14. Wilayah Non-Fokus
Adalah lokasi peningkatan produktivitas di luar areal SL-PTT.

15. Carry Over
Adalah sisa pertanaman kegiatan tahun berjalan tetapi produksi tidak berkontribusi pada tahun tersebut, dan akan berkontribusi pada tahun berikutnya.

16. Kelompoktani adalah sejumlah petani yang tergabung dalam satu hamparan / wilayah yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan untuk meningkatkan usaha agribisnis dan memudahkan pengelolaan dalam proses distribusi, baik itu benih, pestisida, sarana produksi dan lain-lain.

17. Swadaya
Adalah semua upaya yang berasal dari modal petani sendiri.

18. Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU)
Adalah sejumlah tertentu benih varietas unggul bermutu padi non hibrida, padi hibrida, padi gogo, dan jagung hibrida yang disalurkan oleh pemerintah secara gratis kepada petani (kelompoktani) yang ditetapkan.

19. Cadangan Benih Nasional (CBN)
Adalah sejumlah tertentu benih padi dan jagung yang memenuhi spesifikasi teknis, dan merupakan milik pemerintah pusat yang pengadaannya bersumber dari dana APBN.

BAB II
POTENSI DAN KONDISI WILAYAH

A. KONDISI AGROKLIMAT

Desa Karanggaym berada di wilayah Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Sedangkan batas wilayahnya adalah :
– Sebelah barat : Desa Kunir, Kec. Wonodadi
– Sebelah timur : Desa Pakisrejo dan Desa Purwokerto
– Sebelah utara : Desa Kerjen
– Sebelah selatan : Kab. Tulungagung

Sawah yang berada di hamparan Kelompok Tani Sumber Rejeki merupakan sawah tadah hujan dengan jaringan irigasi yang kurang bagus. Pada setiap musim hujan selalu terjadi banjir, sehingga untuk tanaman padi yang tepat adalah varietas yang berumur panjang.

B. KONDISI SOSIAL EKONOMI

Kelompok tani Sumber Rejeki bersekretariat di Dusun Karanggayam I Rw 02 desa Karanggayam jarak dari pemerintah desa kurang lebih 1 km. Semua anggota kelompok bermata pencaharian sebagai petani baik pangan maupun sayuran, selain itu juga beternak ayam dan sapi dengan skala kecil sebagai penghasilan tambahan. Dengan kehidupan yang sederhana dengan kebanyakan masih berpendidikan Sekolah Dasar tetapi masih menjalankan kehidupan bergotong royong dan beragama Islam yang dianutnya. Sarana transportasi berupa angkutan umum dengan prasarana jalan yang sudah lancar dan masuk kendaraan, sehingga pengangkutan hasil pertanian cukup lancar.

C. DESKRIPSI USAHA KELOMPOK

Kelompok tani Sumber Rejeki bersekretariat di Dusun Karanggayam I Rw 02 desa Karanggayam jarak dari pemerintah desa kurang lebih 1 km. Semua anggota kelompok bermata pencaharian sebagai petani baik pangan maupun sayuran, selain itu juga beternak ayam dan sapi dengan skala kecil sebagai penghasilan tambahan. Dengan kehidupan yang sederhana dengan kebanyakan masih berpendidikan sekolah dasar tetapi masih menjalankan kehidupan bergotong royong dan beragama Islam yang dianutnya. Sarana transportasi berupa angkutan umum dengan prasarana jalan yang sudah lancar dan masuk kendaraan, sehingga pengangkutan hasil pertanian cukup lancar.
Kelompok tani Sumber Rejeki berdiri berdasarkan kepentingan bersama dalam mengelola lahan pertanian berupa sawah di Dusun Karanggayam I Desa Karnggayam dengan luas areal sawah ± 25 Ha dengan data sebagai berikut jumlah pemilik 38 orang dengan tingkat produki padi 5 ton/Ha dengan pola tanam sebagian besar padi – palawija. Apabila melihat tingkat produksi pada padi berdasarkan data faktual belum begitu optimal, salah satunya dengan pengadaan sarana mekanisasi pertanian berupa hand traktor untuk meningkatkan produksi padi menjadi 6-7 ton/ha.
1. Data Wilayah
Desa Karanggaym berada di wilayah Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Sedangkan batas wilayahnya adalah :
– Sebelah barat : Desa Kunir, Kec. Wonodadi
– Sebelah timur : Desa Pakisrejo dan Desa Purwokerto
– Sebelah utara : Desa Kerjen
– Sebelah selatan : Kab. Tulungagung

2. Data Lahan
Kelompok tani kami saat ini mempunyai luas lahan :
– Sawah : 25,215 Ha
– Tegal : – Ha
– Pekarangan : 4,714 Ha
Jumlah : 29,929 Ha
3. Data Kelompok
-Nama Kelompok : SUMBER REJEKI
-Tanggal Berdiri : 6 Maret 2008
-Jumlah Anggota : 38 orang
Susunan pengurus dan anggota terlampir.

D. SARANA

Untuk saat ini Kelompok Tani Sumber Rejeki belum mempunyai sarana dan infrastruktur yang modern dalam melakukan kegiatan bertani.

BAB III
RENCANA KEGIATAN

A. JENIS KEGIATAN

Jenis dan prioritas kegiatan yang dapat kami usulkan dalam peningkatan produksi padi adalah Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu Tanaman Padi ( SL-PTT PADI).

B. RENCANA USAHA

Rencana usaha yang dilakukan adalah Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu Tanaman Padi ( SL-PTT PADI) untuk mendukung kegiatan peningkatan produksi tahun 2012 di provinsi dan kabupaten/kota. Meningkatkan koordinasi dan keterpaduan pelaksanaan peningkatan produksi melalui kegiatan SL-PTT padi antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam mempercepat penerapan komponen teknologi PTT padi d oleh petani sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usahataninya untuk mendukung peningkatan produksi nasional. Selain itu juga di harapkan dapat meningkatkan produktivitas, produksi dan pendapatan serta kesejahteraan petani padi.
Saat ini di lokasi kelompok tani Kelompok Tani Sumber Rejeki yang berlokasi di Dusun Karangayam I RT.02/RW.02 Desa Karangayam Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar hanya ada 2 hand traktor yang beroperasi di areal 50 Ha itupun juga beroperasi di wilayah Desa Kerjen.
Dengan tersedianya alat pertanian hand traktor di kelompok tani Sumber Rejeki diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan dan dapat meningkatkan produksi padi serta efektivitas petani dalam mengelola lahan, sehingga petani mampu memanfatkan waktu dalam mengelola pertanian selain lahan sawah untuk meningkatkan pendapatannya, terutama dalam bidang peternakan. Dan diharapkan dapat merubah pola tanam dari padi – palawija menjadi padi – padi – palawija.
Bantuan yang kami ajukan, akan kami kelola dengan sistam sebagai berikut :
1. Kami menunjuk 2 orang sebagai operator hand traktor
2. Operator hand traktor mendapatkan 50% dari hasil sewa
3. Pemupukan modal kelompok sebesar 20%
4. Biaya perawatan dan bahan bakar sebesar 30%
C. KELAYAKAN RENCANA USAHA

Melihat potensi yang berada di wilayah hamparan Kelompok Tani Sumber Rejeki, kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu Tanaman Padi ( SL-PTT PADI) sangat layak untuk dilaksanakan karena wilayah sawah Kelompok Tani Sumber Rejeki sangat berpotensi untuk dapat di tingkatkan. Dengan tersedianya alat pertanian hand traktor di kelompok tani Sumber Rejeki diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan dan dapat meningkatkan produksi padi serta efektivitas petani dalam mengelola lahan, sehingga petani mampu memanfatkan waktu dalam mengelola pertanian selain lahan sawah untuk meningkatkan pendapatannya, terutama dalam bidang peternakan. Dan diharapkan dapat merubah pola tanam dari padi – palawija menjadi padi – padi – palawija.
Sebagai upaya yang sesuai dengan keinginan dan tujuan kegiatan melalui pengadaan traktor pada lahan sawah hamparan kelompok tani Sumber Rejeki dalam rangka :
1. Peningkatan pendapatan para petani dari efektivitas pengolahan lahan, diluar hasil usaha lahan sawah, seperti pemeliharaan ternak.
2. Adanya peningkatan produktivitas hasil padi dari 5 ton /ha menjadi 6-7 ton/ha.
3. Peningkatan produktivitas lahan sawah dari pola tanam 1 tahun, padi – palawija menjadi padi – padi – palawija.
4. Diharapkan dapat tanam serempak sehingga mempercepat proses dalam bercocok tanam.
5. Apabila dapat tanam dengan serempak diharapkan dapat memutus siklus rantai hama penyakit terutama tikus.
Saat ini di lokasi kelompok tani Kelompok Tani Sumber Rejeki yang berlokasi di Dusun Karangayam I RT.02/RW.02 Desa Karangayam Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar hanya ada 2 hand traktor yang beroperasi di areal 50 Ha itupun juga beroperasi di wilayah Desa Kerjen. Sehingga untuk meningkatkan efisiensi kerja dan dalam peningkatan produktivitas padi sangat diperlukan penambahan hand traktor. Penambahan Hand Traktor diharapkan dapat tanam serempak sehingga mempercepat proses dalam bercocok tanam. Apabila dapat tanam dengan serempak diharapkan dapat memutus siklus rantai hama penyakit terutama tikus

D. RENCANA ANGGARAN

Rencana anggaran yang kami butuhkan terlampir.

E. JADWAL PELAKSANAAN

Kegiatan SL-PTT dilaksanakan oleh Kelompok Tani Sumber Rejeki yang berlokasi di Dusun Karangayam I RT.02/RW.02 Desa Karangayam Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar dengan luas areal binaan seluas 25 Ha dengan jumlah anggota binaan 38 Orang. Adapun jadwal kegiatan terlampir.

BAB IV
PENUTUP

Bantuan Sosial Kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur ini menjadi ajang peningkatan sumberdaya anggota kelompok tani Sumber Rejeki untuk dapat mengelola budidaya tanaman padi sawah secara tepat sesuai dengan petunjuk arahan dengan berlandaskan ilmu pengetahuan dan praktek lapangan langsung di areal persawahan Kelompok Tani Sumber Rejeki.
Demikian Proposal Pencairan Bantuan Sosial SL-PTT dari Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Timur ini kami buat demi terlaksananya kegiatan SL-PTT di Kelompok Tani Sumber Rejeki Dusun Karanggayam I Desa Karanggayam Kec. Srengat Kab. Blitar.
Rasa terimakasih yang sangat besar kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan SL-PTT di Kelompok Tani Sumber Rejeki Dusun Karanggayam I Desa Karanggayam Kec. Srengat Kab. Blitar. Semoga Kegiatan SL-PTT ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan.
Demikian proposal ini kami buat, berdasarkan kebutuhan yang sesuai dengan kondisi lapangan, serta mudah-mudahan upaya penambahan jaringan irigasi ini dapat perhatian pemerintah melalui bantuan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu Tanaman Padi ( SL-PTT PADI) untuk mendukung kegiatan para petani dalam mengelola usaha taninya. Atas segala perhatiannya kami sampaikan ucapan terimakasih.

KELOMPOK TANI “SUMBER REJEKI”
DUSUN KARANGGAYAM I DESA KARANGGGAYAM
KEC. SRENGAT KAB. BLITAR
SUSUNAN ANGGOTA DAN PENGURUS
I. Ketua : Lamidi Setiyono
II. Sekretaris : Bambang Susilo
III. Bendahara : Karsianto
IV. Anggota :

1. H. Saeroji
2. Zaenul Mustofa
3. Suparni
4. Samsudin
5. Muhaimin
6. Maksum
7. Samsuri
8. Suwardi
9. Sumari
10. Imam Musoli
11. Ridwan
12. Sakur
13. Muhamad Timbul
14. H. Imam Muhyi
15. Wiyono
16. Suparno
17. Kasturi
18. Bambang Sudarmanto
19. Kusnan
20. Imam Idroi
21. Dwi Santosa
22. Rokani
23. Nurhuda
24. Kusno
25. Purnomo
26. Imron Hamzah
27. Dwi Santoso
28. Tumadi
29. Kamadji
30. Endro Wahono
31. Mariyanto
32. Sujito
33. Jadi
34. Gito
35. Ilyas

Mengetahui,

Kepala Desa Karanggayam
Ketua Kelompok

NUR HAMIM
LAMIDI SETIYONO

SL-PTT PADI

TANAM PADI UNTUK LAHAN LL SL-PTT

TANAM PADI UNTUK LAHAN LL SL-PTT

Selasa 17 April 2012 kelompok tani sumber rejeki menjadi tuan rumah untuk pertemuan rutin gapoktan kecamatan Srengat. Pertemuan kali ini juga dihadiri oleh mantri dari dinas pertanian dan perhubungan kabupaten blitar, Bu eni. Dan juga oleh IBU SUYATMI, MANTRI DARI DINAS PETERNAKAN KABUPATEN BLITAR. Dan tidak lupa perwakilan seluruh kelompok tani sekecamatan srengat. Selain mantri tani dan juga PPL di kecamatan srengat.

Alhamdulillah ! Hari ini Kelompok Tani Sumber Rejeki baru saja mengadakan pertemuan rutin. Acara dilaksanakan hari ini, 19 Maret 2012 yang dilaksanakan di rumah Bapak Karsianto yang juga merupakan bendahara dari kelompok tani sumber rejeki desa karanggayam. PPL untuk Desa Karanggayam tidak bisa hadir dikarenakan suatu alasan. Pertemuan kali ini dihadiri oleh pengamat hama dan penyakit (PHP) Bapak Dian Kurniawan. Bapak Dian kali ini membahas tentang penyakit yang menyerang padi yaitu potong leher dan juga tentang pengendalian hama tikus. Salah satu cara untuk mengendalikan hama tikus adalah dengan melepaskan burung hantu yang merupakan predator dari hama tikus.

Kelompok Tani Sumber Rejeki desa Karanggayam kecamatan Srengat kabupaten Blitar pada hari selasa(13/03/2012) menghadiri pertemuan rutin gapoktan sekecamatan Srengat. Di kecamatan srengat ada gapoktan DHARMA TANI yang menaungi gapoktan-gapoktan di seluruh desa yang berada di wilayah kecamatan srengat. Pertemuan kali ini berada di KELOMPOK TANI BINA SEJAHTERA desa Karanggayam Kecamatan Srengat. Masih seperti pertemuan sebelumnya membahas tentang penyakit potong leher/blast leher pada tanaman padi. Bapak Djoko Edhy selaku koordinator PPL kecamatan Srengat menganjurkan kepada petani untuk mengerti tentang internet. Walaupun cuma seorang petani kita juga harus tahu dengan kemajuan petani. Pertemuan juga di isi oleh KOPPINDO yang menawarkan pinjaman lunak/tanpa bunga kepada petani.

Pada hari jumat tanggal 17 pebruari 2012, Kelompok tani Sunber Rejeki melaksanakan pertemuan rutin. Acara bertempat di kediaman Bapak Lamidi Setiyono yang juga sebagai ketua kelompok tani sumber rejeki. Acara dimulai pada pukul 19.00 wib. Acara dimulai dengan pembukaan dan d teruskan sambutan-sambutan. Pada pertemuan kali ini PPL Desa Karanggayam yaitu ibu CHOMSATUN, SP. Tidak bisa hadir di karenakan sakit. Topik yg di bahas pada pertemuan kali ini adalah tentang sosialisasi pencairan dana PUAP.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: